www.kavaana.com
Selamat Idul Fitri 1439 H , Mohon maaf lahir dan bathin.... Alhamdulillah kami sudah mulai buka sejak tgl 23 Juni 2018 ... Selamat Berbelanja.....
  • Air zam-zam 1 lt
  • SAJADAH RIYADH
  • Sepatu haji Sakinah-kosong
  • CREAM 21 BESAR 150ml
  • TEA SET
  • KURMA TANGKAI PALMFRUIT - 500 GR
  • DERMOVET HIJAU 25 GRAM
  • TEKO EMAS 02_KOSONG
  • PASHMINA METALIK
  • PECI T- 01 , HARGA PER KODI
  • CELANA DALAM SEKALI PAKAI
  • BERGO BESAR KATUN JEPANG
  • MINYAK ZAITUN LE RICHE300ml
  • SARUNG MANGGA "GOLD"
  • MADU ASYSYIFA 500 GR
  • KARPET MASJID DISAIN  " PILAR " HIJAU
  • BANTAL TIUP BEST WAY " KOTAK "
  • Baju Koko Batik Haji Nasinal
  • BUBUK KURMA HIJAU
Login
Shopping Cart
shopping cart
News
2 November 2018
Abdul Djamil, Pakar Haji Bicara Regulasi
Semarang (PHU)---Abdul Djamil, Guru Besar UIN Walisongo Semarang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Sebagai mantan Direktur Jenderal PHU, Djamil sangat tahu manajemen penyelenggaraan haji dan umrah, dan bahkan bisa dikatakan dia memiliki kepakaran (ahli) dalam masalah haji maupun umrah. Di awal materinya dia mengapresiasi penyelenggaraan haji dua tahun terakhir yang sangat baik. Meskipun perhelatan haji merupakan kerja kolosal dalam waktu lama, Djamil menilai, Kemenag terbukti mampu menjalankan tugas nasional dengan baik. Djamil juga mengucapkan terima kasih atas diikutsertakannya beberapa mahasiswa UIN Walisongo dalam kegiatan itu. Menurutnya mahasiswa program studi Manajemen Haji dan Umrah memang harus tahu tentang dunia nyata penyelenggaraan haji maupun umrah. "Mahasiswa selama ini hanya belajar di bangku kuliah secara teoritis. Mereka harus tahu dunia nyata perhajian. Maka ini merupakan kesempatan sangat baik bagi mahasiswa menimba ilmu dari para ahli dan praktisi haji," ujar Djamil di hotel Ciputra Semarang, Jum'at (2/11/2018). detail

2 November 2018
Ramadhan: Sosialisasi Regulasi Dibutuhkan Publik
Semarang (PHU)---Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ramadhan Harisman menegaskan perlunya sosialisasi regulasi. Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan hukum, Ramadhan sangat piawai mengurai materi Urgensi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Dia mengutarakan bahwa regulasi dalam penyelenggaraan ibadah haji sebagai bagian dari pelayanan publik. Oleh karena itu, menurut Ramadhan negara wajib memenuhi hak dan kebutuhan dasar termasuk dalam ibadah haji dan umrah. "Ada beberapa urgensi regulasi haji yang melatarbelakangi," kata Ramadhan di hotel Ciputra Semarang, Kamis (1/11/2018). Alasan pertama, kata Ramadhan yang pernah menjabat Direktur Pengelolaan Dana Haji dan SIHDU, karena ibadah haji dilaksanakan di luar negeri. Oleh karenanya regulasi haji harus menyesuaikan dengan regulasi di Arab Saudi. detail

2 November 2018
Isue Tambahan Kuota Haji Dipastikan Bohong
Semarang (PHU)---Pokok-pokok tentang penyelenggaraan ibadah haji kembali disosialisasikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar. Hal itu diungkapkan di hadapan peserta Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di hotel Ciputra Semarang. "Sesuai regulasi penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional di bawah koordinasi Kementerian Agama," tutur Nizar di Semarang, Kamis (1/11/2018). Sebagai sebuah hajatan kolosal terbesar di dunia, menurut Nizar, pengorganisasian penyelenggaraan ibadah haji memiliki struktur permanen sistem dan ada yang non permanen sistem (adhoc). Baik permanen sistem maupun adhoc semuanya berada di bawah kendali Menteri Agama. Mengingat regulasi merupakan dasar utama penyelengaraan haji dan umrah, Nizar meminta para pegawai Seksi PHU Kemenag Kabupaten/Kota menjadi corong informasi kepada masyarakat. Bahkan Nizar menegaskan agar para pegawai Kemenag menyampaikan berbagai regulasi dan kebijakan penting penyelenggaraan haji. detail

» index berita
Testimonial
arminarekaperdana5758
[URL]
Assalamu alaikum salam sukses buat kavaana,,, saya tertarik ingin menjadi agen / dropsing caranya gimana? maturnuwun

Naghul
[URL]
Dear Sir, I am jai company and i am from India, I manufacturing (Sarung & Izar & lungi) you want please contact me sir. Thanking You & Regards, JAI COMPANY Kundrathu... detail

DARWIS
Aslkm Pa jamaah saya pada tanya apa belanja di kavaana ada discountnya pa.....?

Rokhman abidin
mhn info, apa tersedia gamis pakistan ? kami mebutuhkan untuk calon jama'ah um,roh kami dan calhaj yang kami bimbing. syukron

» lihat testimonial
» isi testimonial

65 Jemaah Terkena Diare Sudah Pulih


27 September 2017

Madinah (Kemenag) --- Kepala Daker Madinah Amin Handoyo mengatakan bahwa 65 jemaah haji Indonesia kloter 55 Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 55) yang mengalami diare sudah pulih. Sebanyak 45 jemaah mengalami diare pada Minggu (24/09) malam, sedang  20 jemaah mengeluhkan hal sama pada esok paginya. 

“Mereka sudah ditangani oleh dokter, baik dokter kloter, TGC sektor satu, dokter KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) Madinah, maupun dokter Rumah Sakit Arab Saudi di Madinah,” terang Amin Handoyo, Selasa (26/09).

“Kondisi mereka saat ini sudah pulih dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” sambungnya.

Menurut Amin, Tim Gerak Cepat (TGC) dan dokter KKHI Madinah segera ke lokasi sesaat setelah menerima laporan. Mereka langsung melakukan penanganan medis dengan memberikan obat dan oralit sehingga keluhan diare jemaah bisa ditangani.

Penyebab Diare

Mengenai penyebab diare, Amin mengaku  belum bisa memastikan apakah berasal dari makanan katering atau makanan  lainnya. Sebab, kata Amin, faktor penyebab diare sangat banyak.

Sempat beredar kabar,  jemaah mengalami diare setelah mengkonsumsi makanan dari penyedia katering yang dikontrak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Akan hal ini, Amin mengatakan bahwa katering JKG 55 disediakan oleh perusahaan Ad-Dakhil (Black Stone). Namun demikian, Ad-Dahil tidak hanya menyediakan makanan katering untuk satu kloter saja.

“Hari itu, Ad-Dakhil mendistribusikan makanan kepada 12 kloter atau berkisar 4.000 – 5.000 jemaah, termasuk 389 jemaah JKG 55 dan 193 jemaah JKG 52 yang tinggal di hotel yang sama,” terang Amin. 

Menurut Amin,  pola makan yang tidak tepat juga bisa jadi penyebab diare. Misalnya, saat dibagikan, makanan tidak langsung dikonsumsi dalam rentang waktu yang cukup lama.  

Faktor lingkungan juga bisa menjadi penyebabnya. Apalagi selama di Madinah, jemaah Indonesia juga tinggal dengan jemaah dari negara lain dalam satu hotel yang berbeda kultur kehidupannya.

Sesuai dengan prosedur, Amin memastikan kalau sebelum dibagikan kepada jemaah, makanan tersebut sudah dites kelayakannya oleh pengawas katering yang bertugas.  Tidak sekedar mengetes, petugas pengawas juga ikut mengonsumsi paket katering makan siang tersebut.

“Tim Katering Daker Madinah sudah melakukan pengecekan makanan. Kesimpulan sementara,  katering layak makan saat didistribusikan ke jemaah,” tuturnya.

Upaya Prefentif

Peristiwa yang mirip terjadi satu pekan sebelumnya. Sebanyak 23 jemaah mengeluhkan hal yang sama, diare. Saat itu, Kementerian Kesehatan melakukan uji laboratorium terhadap sample makanan yang saat kejadian disediakan oleh perusahaan katering. Hasilnya, makanan yang dikonsumsi jemaah dinyatakan aman. 

Akan hal ini, Kemenkes Saudi mulai melakukan pemeriksaan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar dapur katering. Sebagai langkah prefentif, Daker Madinah juga akan segera berkirim surat ke pihak hotel untuk meningkatkan dan menjaga kebersihan. Terlebih, kebersihan lingkungan hotel memang menjadi kewajiban pihak hotel. Selain itu, petugas sektor juga akan lebih intensif dalam mengawasi kebersihan.

Amin menambahkan, pada hari kejadian, total ada 131.497 box katering yang telah didistribusikan untuk 21 kloter jemaah dari beberapa perusahaan katering. Adapun total box layanan selama fase kedatangan gelombang kedua sudah mencapai 1.178.791 box.



Baca juga
  » 2 November 2018
Abdul Djamil, Pakar Haji Bicara Regulasi
Semarang (PHU)---Abdul Djamil, Guru Besar UIN Walisongo Semarang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Sebagai mantan Direktur Jenderal PHU, Djamil sangat tahu manajemen penyelenggaraan haji dan umrah, dan bahkan bisa dikatakan dia memiliki kepakaran (ahli) dalam masalah haji maupun umrah. Di awal materinya dia mengapresiasi penyelenggaraan haji dua tahun terakhir yang sangat baik. Meskipun perhelatan haji merupakan kerja kolosal dalam waktu lama, Djamil menilai, Kemenag terbukti mampu menjalankan tugas nasional dengan baik. Djamil juga mengucapkan terima kasih atas diikutsertakannya beberapa mahasiswa UIN Walisongo dalam kegiatan itu. Menurutnya mahasiswa program studi Manajemen Haji dan Umrah memang harus tahu tentang dunia nyata penyelenggaraan haji maupun umrah. "Mahasiswa selama ini hanya belajar di bangku kuliah secara teoritis. Mereka harus tahu dunia nyata perhajian. Maka ini merupakan kesempatan sangat baik bagi mahasiswa menimba ilmu dari para ahli dan praktisi haji," ujar Djamil di hotel Ciputra Semarang, Jum'at (2/11/2018).

  » 2 November 2018
Ramadhan: Sosialisasi Regulasi Dibutuhkan Publik
Semarang (PHU)---Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ramadhan Harisman menegaskan perlunya sosialisasi regulasi. Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan hukum, Ramadhan sangat piawai mengurai materi Urgensi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Dia mengutarakan bahwa regulasi dalam penyelenggaraan ibadah haji sebagai bagian dari pelayanan publik. Oleh karena itu, menurut Ramadhan negara wajib memenuhi hak dan kebutuhan dasar termasuk dalam ibadah haji dan umrah. "Ada beberapa urgensi regulasi haji yang melatarbelakangi," kata Ramadhan di hotel Ciputra Semarang, Kamis (1/11/2018). Alasan pertama, kata Ramadhan yang pernah menjabat Direktur Pengelolaan Dana Haji dan SIHDU, karena ibadah haji dilaksanakan di luar negeri. Oleh karenanya regulasi haji harus menyesuaikan dengan regulasi di Arab Saudi.

  » 2 November 2018
Isue Tambahan Kuota Haji Dipastikan Bohong
Semarang (PHU)---Pokok-pokok tentang penyelenggaraan ibadah haji kembali disosialisasikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar. Hal itu diungkapkan di hadapan peserta Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di hotel Ciputra Semarang. "Sesuai regulasi penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional di bawah koordinasi Kementerian Agama," tutur Nizar di Semarang, Kamis (1/11/2018). Sebagai sebuah hajatan kolosal terbesar di dunia, menurut Nizar, pengorganisasian penyelenggaraan ibadah haji memiliki struktur permanen sistem dan ada yang non permanen sistem (adhoc). Baik permanen sistem maupun adhoc semuanya berada di bawah kendali Menteri Agama. Mengingat regulasi merupakan dasar utama penyelengaraan haji dan umrah, Nizar meminta para pegawai Seksi PHU Kemenag Kabupaten/Kota menjadi corong informasi kepada masyarakat. Bahkan Nizar menegaskan agar para pegawai Kemenag menyampaikan berbagai regulasi dan kebijakan penting penyelenggaraan haji.

Information
Others
WA : 08122700997 08122940140
Others
E-MAIL : saifulmalchan@yahoo.com
Search
Search:
Pembayaran
BANK BCA

BCA - CAB.YOGYAKARTA
a/n : SAIFUL MALCHAN
a/c : 4451260337


mandiri

MANDIRI CAB. KATAMSO YOGYAKARTA
a/n : SAIFUL MALCHAN
a/c  : 137 00 0529630 2


BNI

BNI CAB YOGYAKARTA
A/C 2806190003
A/N SAIFUL MALCHAN


BRI

7000-01-001617-50-4

AN. SAIFUL MALCHAN


 www.kavaana.com

TOKO KAVAA-NA
Jl.Gambiran no.71 Yogyakarta
Telp. 0274-382334 , Hp 08122700997
KAVAA-NA TAJEM
Ruko House of Tajem , Jl. Raya Tajem km.2 Panjen-Wedomartani- Sleman Yogyakarta
0822 2626 5758  - 0858 7823 4997

Since Year 2000 - Online Shop since 2010

Toko Online